23 And Still Coming
Hari ini aku berusia 23 tahun.
Dan lucunya, semakin bertambah umur, semakin aku sadar kalau hidup ternyata tidak semudah yang dulu kubayangkan.
Dulu aku pikir di usia ini aku sudah akan menjadi seseorang.
Punya hidup yang jelas arahnya, pekerjaan yang membanggakan, dan pencapaian yang bisa membuat orang tuaku tenang.
Tapi ternyata, umur 23 datang dengan banyak hal yang tidak pernah diajarkan sebelumnya.
Tentang rasa takut tertinggal.
Tentang membandingkan diri sendiri dengan kehidupan orang lain.
Tentang malam-malam panjang yang dipenuhi overthinking soal masa depan.
Kadang aku melihat teman-temanku sudah melangkah jauh.
Sementara aku masih sibuk meyakinkan diriku sendiri kalau hidupku juga akan baik-baik saja.
Jujur, ada hari-hari di mana aku merasa gagal.
Merasa belum cukup.
Merasa hidupku berjalan terlalu lambat dibanding orang lain.
Tapi mungkin memang hidup bukan perlombaan siapa yang paling cepat sampai.
Mungkin setiap orang hanya sedang berjalan di waktunya masing-masing.
Dan di umur 23 ini, aku tidak ingin lagi terlalu keras pada diriku sendiri.
Aku ingin belajar menerima bahwa bertumbuh juga membutuhkan waktu.
Bahwa tidak apa-apa kalau hidupku belum sempurna.
Bahwa aku tetap berharga meski belum menjadi versi sukses yang selama ini kubayangkan.
Karena meskipun aku belum sampai ke mana-mana, setidaknya aku masih berjalan.
Masih mencoba.
Masih bertahan.
Dan masih percaya bahwa masa depanku belum selesai ditulis.
23 tahun hidup, dan aku masih terus menjadi.
Komentar
Posting Komentar