Memilih Pergi
Aku pernah percaya jika ketulusan dan kesabaran bisa membuat seseorang bertahan.
Lantas aku memilih untuk menunggu
Menunggu kepastian yang katanya sedang diusahakan,
Menunggu effort yang katanya akan segera datang,
Menunggu yang katanya ingin mencoba berjalan ke tujuan yang sama.
Lucunya, semakin lama aku menunggu, semakin aku sadar…
Mungkin aku memang sedang menunggu sesuatu yang tidak akan pernah benar-benar ada.
Bukan soal materi,
Bukan soal siapa memberi lebih banyak.
Tapi ada hal-hal kecil yang akhirnya membuat hati ini perlahan lelah.
Tentang usaha yang tidak terasa.
Tentang hadir yang setengah-setengah.
Tentang aku yang selalu mencoba memahami.
Padahal sebenarnya mungkin tidak pernah benar-benar ingin tinggal.
Dan untuk kesekian kalinya, aku berhenti menyalahkan diriku sendiri.
Karena ternyata, tidak semua orang yang datang memang ditakdirkan untuk menetap.
Kadang mereka hadir hanya untuk membuat kita sadar,
Bahwa kita pantas mendapatkan cinta yang tidak membuat kita bertanya tentang kelayakan atau sekedar apakah memang benar "Aku Orangnya?"
Bukan karena sudah tidak peduli,
Tapi karena aku akhirnya harus peduli pada diriku sendiri.
Aku tidak marah.
Aku juga tidak membenci.
Namun, aku kecewa.
Aku berharap…
Di kehidupan yang cuma sekali ini,
Semoga Tuhan mempertemukanku dengan laki-laki yang tidak membuatku menunggu sendirian.
Seseorang yang datang dengan niat yang jelas.
Yang usahanya tidak perlu ditebak-tebak.
Yang hadirnya membuat tenang, bukan bingung.
Dan jika suatu hari nanti aku benar-benar dicintai dengan baik,
Aku akan berterima kasih pada diriku hari ini.
Karena sudah berani pergi dari sesuatu yang bahkan tidak pernah benar-benar dimulai.
Komentar
Posting Komentar